Topic: Umrah

Hukum Miqat Jedah (Gambar Peta)

Artikel berikut ini adalah artikel dari konsultasisyariah.com berkaitan dengan miqat makani yang dilakukan di kota Jedah. Kami disini menampilkan artikel tersebut didasari rasa cinta kepada kaum muslimin semuanya. Karena biaya haji atau umrah tidaklah sedikit dan waktu untuk menunggu juga sangat lama, oleh karena itu hendaknya benar-benar diperhatikan hukum-hukumnya supaya sesuai dengan yang telah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Ibadah haji dan umrah kita semua menjadi Haji yang mabrur. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Miqat Jedah

Apa hukum mengambil miqat di jedah bagi jamaah haji Indonesia?

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan miqat penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, untuk penduduk Syam di Juhfah, untuk penduduk Najd di Qarnul Manazil, dan untuk penduduk Yaman di Yalamlam. Kemudian beliau bersabda,

هُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِنَّ ، مِمَّنْ أَرَادَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ ، وَمَنْ كَانَ دُونَ ذَلِكَ فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ ، حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ

Semua titik ini menjadi miqat bagi penduduknya dan setiap orang yang melewatinya selain dari penduduknya, bagi mereka yang hendak melaksanakan haji dan umrah. Sementara orang yang tinggal sebelum miqat (di antara Mekah dan Miqat) maka mereka berihram dari tempat tinggalnya. Hingga penduduk Mekah mengambil miqat di Mekah. (HR. Bukhari 1524 & Nasai 2666)

Kita garis bawahi pernyataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis di atas, bahwa setiap orang yang melewati miqat bagi yang hendak haji atau umrah, dia wajib sudah dalam kondisi berihram. Jika belum berihram, dia wajib kembali ke miqat yang dia lewati.

Jika tetap kembali dan nekat tidak berihram dari miqat yang telah dilewati maka dia wajib bayar dam.

Dalam Fatwa Islam dinyatakan,

إن مرَّ مريد الحج والعمرة على الميقات دون أن ينوي الإحرام منه : فإنه يلزمه أن يرجع إلى الميقات الذي مرَّ عليه ليحرم منه ، فإن لم يفعل وأحرم من مكانه فإنه يلزمه – على قول جمهور العلماء – ذبح شاة في مكة وتوزيعها على مساكين الحرم

Jika ada orang yang hendak haji atau umrah, dia melewati miqat dalam keadaan belum memulai ihram, maka dia wajib kembali ke Miqat yang telah dia lewati, untuk kembali melakukan ihram di sana. Jika tidak dia lakukan, dan tetap melakukan ihram dari tempatnya, maka menurut pendapat mayoritas ulama, dia wajib bayar dam, menyembelih kambing dan dibagikan kepada orang miskin Mekah. (Fatwa Islam, no. 69934)

Selanjutnya mari kita lihat peta Miqat,

 

Kita bisa perhatikan, ketika jamaah haji Indonesia datang dari tanah air untuk langsung ke tanah suci Mekah dalam rangka haji atau umrah, kemudian pesawat mendarat di Jeddah, bisa dipastikan dia akan melewati salah satu miqat yang berada di timur Mekah atau selatan Mekah.

Sehingga anggapan sebagian orang bahwa boleh mengambil miqat di Jedah, karena itu di pesisir barat Mekah, ini anggapan yang tidak benar. Sebagaimana orang yang tinggal di sebelah utara luar miqat, tidak boleh melintas sampai ke selatan batas miqat, lalu dia mengambil miqat di Yalamlam.

Dalam salah satu fatwanya, Lajnah Daimah memberi penjelasan tentang masalah miqat Jedah

حيث ظن أن جدة تكون ميقاتاً للقادمين في الطائرات إلى مطارها أو القادمين إليها عن طريق البحر أو عن طريق البر، فلكل هؤلاء أن يؤخروا الإحرام إلى أن يصلوا إلى جدة ويحرموا منها؛ لأنها (بزعمه وتقديره) تحاذي ميقاتي السعدية والجحفة فهي ميقات

Ada orang yang menyangka, Jedah bisa menjadi miqat bagi jamaah yang datang melalui udara di Bandara, atau yang datang melalui jalur laut. Mereka boleh mengakhirkan ihram, hingga sampai Jedah, dan berihram dari Jedah. Karena – menurut mereka – Jedah searah dengan Miqat Sadiyah (Yalamlam) dan Juhfah. Sehingga Jedah boleh jadi miqat.

Selanjutnya, Lajnah Daimah menjelaskan kesalahan ini,

وهذا خطأ واضح يعرفه كل من له بصيرة ومعرفة بالواقع؛ لأن جدة داخل المواقيت، والقادم إليها لابد أن يمر بميقات من المواقيت التي حددها رسول الله صلى الله عليه وسلم، أو يحاذيه براً أو بحراً أو جواً، فلا يجوز له تجاوزه بدون إحرام إذا كان يريد الحج أو العمرة

Dan ini jelas salahnya. Semua orang yang memahami dan sadar dengan realita telah mengetahuinya. Karena Jedah, berada di dalam batas miqat. Sehingga setiap orang yang datang ke Jedah, bisa dipastikan dia akan melewati miqat yang telah ditetapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau melintasi yang searah dengannya. Baik yang melalui darat, laut, atau udara. Sehingga tidak boleh melewati batas-batas miqat itu, tanpa dalam kondisi ihram, jika dia hendak haji atau umrah. (Fatwa Lajnah Daimah, no 3990)

Kewajiban Yang Melintasi Miqat Tanpa Ihram

Bagi jamaah haji Indonesia yang berangkat dari tanah air, menuju tanah suci Mekah untuk langsung melaksanakan haji atau umrah, namun belum melakukan ihram ketika melintasi Miqat Yalamlam atau yang sejajar dengannya, maka ada dua kewajiban baginya,

Pertama, kembali ke miqat semula dan memulai ihram di sana.

Jika pilihan ini yang diambil, tidak ada kewajiban bayar dam (menyembelih kambing)

Kedua, tidak kembali ke miqat tapi memulai Ihram dari Jedah.

Jamaah haji yang melakukan hal ini berarti melanggar salah satu kewajiban, yaitu melintasi Miqat tanpa ber-Ihram. Sebagai gantinya, dia wajib bayar dam (menyembelih kambing).

Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan,

Siapa yang melintasi Miqat tanpa ihram, di sana ada dua keadaan,

من تجاوز الميقات بدون إحرام فلا يخلو من حالين : إما أن يكون مريداً للحج والعمرة : فحينئذٍ يلزمه أن يرجع إليه ليحرم منه بما أراد من النسك – الحج أو العمرة – فإن لم يفعل فقد ترك واجباً من واجبات النسك ، وعليه عند أهل العلم فدية : دم يذبحه في مكة ، ويوزعه على الفقراء هناك

Pertama, dia berkeinginan untuk haji atau umrah. Pada kondisi ini, dia wajib untuk kembali ke Miqat, dan memulai ihram dari Miqat, sesuai dengan niat manasiknya – haji atau umrah –. Jika tidak dia lakukan, berarti dia meninggalkan salah satu kewajiban dalam manasik. Para ulama menyatakan, dia wajib bayar fidyah (tebusan), dengan menyembelih di mekah dan dibagikan kepada orang yang tidak mampu di sana.

وأما إذا تجاوزه وهو لا يريد الحج والعمرة : فإنه لا شيء عليه

Kedua, dia melintasi Miqat namun tidak bermaksud untuk haji atau umrah. Tidak ada masalah baginya.

(Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, volume 21, no. 341)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber : https://konsultasisyariah.com/25518-hukum-miqat-jedah-gambar-peta.html


Jadwal Sholat Madinah, Saudi Arabia

Jamaah Haji dan Umrah tidak akan menyiakan kesempatan untuk berziarah ke masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah. Keutamaan sholat didalamnya juga sangat besar karena lebih utama dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Sehingga selalu ingin bisa berjamaah didalamnya. Oleh karena itu pengetahuan terhadap Jadwal Sholat Madinah Al Munawwarah sangat diperlukan. Berikut ini Jadwal Sholat untuk kota Madinah Al Munawwarah yang selalu terupdate otomatis.




Jadwal Sholat Makkah, Saudi Arabia

Jamaah Haji dan Umrah, biasanya tidak ingin terlewat berjamaah di Masjidil Haram Makkah. Oleh karena itu pengetahuan terhadap Jadwal Sholat sangat diperlukan. Berikut ini Jadwal Sholat untuk kota Makkah Al Mukarramah yang selalu terupdate otomatis. Sebagai acuan kaum muslimin yang sedang melaksanakan Haji dan Umrah.




Menggunakan taksi online di Mekkah

Beberapa hari saat prosesi ibadah Haji berlangsung bus gratis yang mengantar jamaah Haji penginapan dari dan ke Masjidil Haram tidak beroperasi. Sehingga untuk ke Masjidil Haram dilakukan dengan jalan kaki atau taksi.

Tetapi kalau menggunakan taksi yang ada tulisan taksi diatas mobil, kadang harga sangat mahal. Perorang bisa kena 100 Riyal padahal hari biasa mungkin hanya 10 atau 5 riyal.

Berdasarkan info dari internet, ada cara untuk lebih murah, yaitu order dengan taksi online Uber. Jika Anda pernah install aplikasi Uber di Indonesia maka akan bisa digunakan di Mekkah. Jika belum install, install saja dulu.. Ini alamatnya.

Ini contoh tampilan pesanan dari Masjidil Haram ke Hotel DarHadi yang dekat masjid BinBaz itu. Jika saat hari-hari prosesi ibadah Haji. Harga taksi biasa akan ditarik 100 riyal perorang. Sedangkan jika pakai taksi online maksimal 38 riyal per taksi. Bisa diisi maksimal 4 orang.

Semoga info ini bisa membantu jamaah haji/umrah untuk mengantar ke tujuan dengan harga lebih murah dan harga telah jelas terlihat sebelum menggunakan taksi tersebut. Untuk taksi online ini penulis sendiri belum coba secara langsung, hanya mencoba dari aplikasi uber saat tanggal 11 Dzulhijjah.

Berikut ini tampilan pada tanggal 12 Dzulhijjah.

 

 


Sedikit Rahasia Masjidil Haram( info bagi yg mau melaksanakan ibadah Haji/ Umrah).

Makkah – Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi adalah masjid terbesar di dunia. Tidak semua tempat dijelajahi jamaah Indonesia, padahal sudut-sudutnya punya rahasia.

Karena faktor lokasi hotel, seluruh jamaah Indonesia baik umrah atau haji, selalu masuk dari pintu King Fahd Gate dan King Abdul Aziz Gate. Padahal itu baru 2 dari 95 pintu masjid yang ada di sana.

Area yang dilewati jamaah menuju Kabah, ya itu-itu saja. Namun jika ada waktu, cobalah menjelajahi masjid suci ini, ada banyak hal menarik bisa ditemukan di sana.

1. Tempat Wudhu dekat Ka’bah
Ini anggapan keliru semua jamaah umrah: tempat wudhu Masjidil Haram cuma ada di luar dan itu jauuuuh sekali. Tidak heran, jamaah yang batal wudhu suka cuek berwudhu di keran air minum.

Padahal, ada banyak tempat wudhu di dekat Kabah. Tidak percaya? Kalau Anda berada di dekat Kabah, perhatikan semua tangga besar dan lebar dari lantai 1 untuk turun ke pelataran Kabah. Ada 5 di berbagai arah Kabah.

Nah, di bawah semua tangga besar ini tersembunyi tempat wudhu. Jadi jamaah tidak usah capek-capek pergi ke luar masjid.

2. Tempat Nobar Tutorial Umroh
Enaknya jadi jamaah Indonesia adalah didampingi pembimbing agama saat umrah dan haji. Tapi bagaimana dengan jamaah negara lain yang minoritas atau warga lokal?

Jangan bingung, Masjidil Haram menyediakan tontonan video tutorial umrah. Jamaah bisa nonton bareng video tutorial ini, supaya tahu bagaimana melakukan Tawaf dan Sai dengan benar. Tempat nobar ini ada di dekat pintu Gate 74.

3. Bagi-bagi buku agama gratis
Dapat buku-buku agama gratis? Mau dong! Tidak banyak jamaah Indonesia tahu kalau ada tempat bagi-bagi buku agama gratis di Masjidil Haram. Buku ini terdiri dari panduan umrah dan kumpulan doa-doa.

Enaknya jadi negera muslim terbesar, jamaah Indonesia bisa meminta buku-buku berbahasa Indonesia. Tinggal bilang, “Indonesia!” Petugas akan mengambilkan buku edisi bahasa ibu kita. Tempat pembagian buku ini ada di dekat pintu Gate 74.

4. Panduan Streaming Khutbah Jumat Via Ponsel
Salat Jumat di Masjidil Haram adalah pengalaman tiada dua bagi umat Islam di seluruh dunia. Tapi kalau tidak bisa bahasa Arab, bagaimana memahami khutbahnya?

Jangan khawatir, kamu bisa mendengarkan streaming audio terjemahan khutbah. Modalnya cukup punya ponsel yang aplikasi radio dan tentunya earphone.

Terjemahan khutbah tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu dan tentunya bahasa Indonesia dong. Informasi panduan audio ini tersedia di dekat pintu Gate 74.

5. Khutbah Jumat dengan bahasa Isyarat
Untuk tuna rungu dan wicara yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat, ada spot khusus untuk salat Jumat. Tidak besar, tapi bisa menampung sekitar 10 jamaah. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 93.

Saat salat di sini, akan ada petugas yang menerjemahkan khutbah Salat Jumat dengan bahasa isyarat. Wah, sangat membantu nih!

6. “SPBU” Zam-Zam
Seluruh air minum di dalam Masjidil Haram adalah air zam-zam yang sumber airnya ada di bawah tanah Masjidil Haram. Jamaah bisa minum dari ratusan galon yang disebar di seluruh masjid. Galon-galon ini diisi secara berkala dan diantar petugas dengan kereta dorong.

Tapi penasaran nggak sih, zam-zam ini dibawa dari mana? Kalau penasaran, kamu pergi saja ke pintu Gate 93.

Di dekatnya, kamu bisa melihat stasiun pengisian air zam-zam. Petugas mengisi air dengan selang nozel seperti di pom bensin. Air disalurkan dari mesin pendingin, itu sebabnya air zam-zam rasanya seperti air kulkas.

7. Ekskalator ke atap Masjid
Salat di atap Masjidil Haram, bisa kok! Tapi tidak banyak jamaah yang tahu aksesnya.

Padahal, ada eskalator yang mengantar jamaah langsung ke atap Masjidil Haram. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 91.

Salat di atap Masjidil Haram terkadang jadi pilihan jamaah -yang tahu letak eksalatornya- untuk salat Isya atau Subuh. Sebab pada siang hari, atap Masjidil Haram panas sekali.

Semoga bermanfaat,….

Sumber : WA