BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (6)

hsi-abdullah-royHSI Bimbingan Haji, [12.09.16 17:55]
BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (6)
Amalan haji pagi tanggal 10 Dzulhijjah s/d sore
1. Melempar Jamroh ‘Aqobah dengan tujuh butir kerikil berturut-turut dan tidak tujuh sekaligus, setiap lemparan membaca takbir “Allôhu Akbar”,
2. Menghentikan talbiyah sebelum melempar; disunnahkan menghadap Jamroh ‘Aqobah dan menjadikan Mekkah di sebelah kirinya dan Mina di sebelah kanannya, dan boleh melempar dari arah mana saja; dan tidak disunnahkan berdoa setelah melempar Jamroh ‘Aqobah.
3. Sasaran lemparan adalah “kolam” yang ada di sekitar tiang, dan bukan tiangnya. Lemparan dianggap sah bila batu diperkirakan jatuh ke “kolam” yang ada di sekitar tiang Jamroh.
4. Waktu melempar Jamroh ‘Aqobah yang afdhol di waktu Dhuhâ, dan selesai waktunya ketika datang sholat Shubuh tanggal 11 Dzulhijjah.
5. Bagi orang-orang yang diberi keringanan meninggalkan Muzdalifah sebelum Shubuh bisa melempar Jamroh ‘Aqobah setelah sampai Minâ meskipun belum datang waktu Shubuh.
6. Melempar Jamroh ‘Aqobah termasuk KEWAJIBAN HAJI.
7. Menyembelih hadyu tamattu’ dan qirôn di tanah harôm (Mina atau Mekkah), hukumnya wajib bagi yang memiliki sembelihan atau memiliki uang untuk membeli pada saat itu, bila tidak mampu maka berpuasa 3 hari ketika haji dan 7 hari ketika pulang ke negaranya;
8. Disunnahkan menyembelih sendiri hewan hadyu, dan boleh mewakilkan;
9. Disunnahkan hewan hadyu dibagi tiga: sebagian dimakan sendiri, sebagian dihadiahkan (meskipun kepada orang kaya), dan sebagian dishodaqohkan kepada fakir miskin.
10. Waktu menyembelih dimulai dari hari raya kurban (tanggal 10 Dzulhijjah) sampai tenggelamnya matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah, tidak boleh sebelumnya dan tidak boleh setelahnya.
11. Menggundul atau memendekkan rambut, ini merupakan KEWAJIBAN HAJI.
12. Thowâf Ifâdhoh, merupakan RUKUN HAJI, waktu melakukan Thowâf Ifâdhoh yang paling utama di hari raya kurban dan boleh diundurkan/ditunda.
13. Sa’i haji bagi yang tamattu’, dan bagi yang ifrôd dan qirôn bila belum sa’I haji setelah thowâf qudûm. Dan sa’i haji termasuk RUKUN HAJI.
14. Amalan-amalan ini disyari’atkan untuk dzikrullôh, orang yang paling besar pahalanya adalah yang paling banyak mengingat Allôh ketika mengamalkan amalan-amalan tersebut.

Semoga Allôh memudahkan jama’ah haji untuk melaksanakan amalan-amalan di atas ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Abdullôh Roy, MA;
Pengajar Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi Musim Haji 1437 H/2016 M

🌐 CHANNEL HSI BIMBINGAN HAJI di Telegram: http://goo.gl/10mMdV

📱 HP: 0096650763848