Tagged: 11 12 dan 13 Dzulhijjah

BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (9)

hsi-abdullah-roy

HSI Bimbingan Haji, [13.09.16 21:50]
BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (9)
Melempar Jamroh tanggal 12 Dzulhijjah
1.Waktu melempar Jamroh pada tanggal 12 Dzulhijjah ini -bagi yang NAFAR AWWAL (yang ingin bersegera meninggalkan Minâ tanggal 12 Dzulhijjah)-dimulai setelah tergelincirnya matahari (datang waktu sholât Zhuhur) dan selesai saat terbenam matahari (datang waktu sholât Maghrib).
2. Apabila tenggelam matahari dia masih berada di Mina tanpa ada usaha keluar dari Minâ maka diharuskan dia bermalam di Minâ malam tanggal 13, melempar Jamroh keesokan harinya pada waktunya (setelah Zhuhur).
3. Seseorang yang sudah berusaha untuk keluar dari Minâ sebelum tenggelam matahari pada tanggal 12, namun terlambat keluar karena kemacetan di jalan maka dia mendapatkan ‘udzur dan dimaafkan, boleh meninggalkan Minâ dan tidak diharuskan bermalam pada malam tanggal 13.
5. Adapun yang mengambil nafar tsâni maka waktu melempar Jamroh dimulai setelah tergelincirnya matahari (datang waktu sholât Zhuhur) dan selesai saat datang waktu sholât Shubuh tanggal 13 Dzulhijjah. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Abdullôh Roy, MA;
Pengajar Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi Musim Haji 1437 H/2016 M

🌐 CHANNEL HSI BIMBINGAN HAJI di Telegram: http://goo.gl/10mMdV

📱 HP: 0096650763848


BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (8)

hsi-abdullah-royHSI Bimbingan Haji, [12.09.16 19:35]
BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (8)
Melempar Jamroh, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah
1. Diwajibkan melempar 3 jamroh (shughrô, wusthô, dan kubrô) pada tanggal 11 dan 12 bagi yang mengambil nafar awwal, dan tanggal 11, 12, dan 13 bagi yang mengambil nafar tsâni.
2. Waktu melempar dimulai setelah matahari tergelincir ke barat (datangnya waktu sholat Zhuhur) sampai datangnya waktu sholât Shubuh hari berikutnya. Tidak boleh melempar sebelum Zhuhur. Dan ini adalah pendapat imam madzhab yang empat (Abû Hanîfah, Mâlik, Asy Syâfi’I, dan Ahmad) rohimahumullôh.
3. Melempar harus berurutan, dimulai dari shughrô (yang paling dekat dengan masjid Khoif), kemudian wusthô, kemudian kubrô (‘aqobah).
4. Disunnahkan ketika melempar Jamroh Kubrô menjadikan Minâ sebelah kanan dan menjadikan Mekkah sebelah kiri. Dan boleh melempar ketiga jamroh dari arah mana saja.
5. Disunnahkan berdoa yang lama dengan menghadap qiblat dan mengangkat tangan setelah melempar Jamroh Shughrô (pertama) dan Jamroh Wusthô (kedua). Adapun Jamroh Kubrô (‘Aqobah) maka tidak disunnahkan berdoa setelah melemparnya.
6. Tidak boleh melempar dengan selain kerikil seperti sandal, kayu, besi, kaca dll.
7. Anak kecil yang haji bisa diwakili orang lain dalam melempar, demikian pula orang yang lemah karena sakit, atau tua, atau hamil.
8. Yang boleh mewakili adalah orang yang haji juga, caranya melempar tiga jamroh untuk diri sendiri dulu, setelah itu kembali lagi ke Jamroh Shughrô dan melempar tiga jamroh untuk orang lain.
9. Apabila diperlukan, boleh mengakhirkan melempar jamroh pada hari berikutnya. Misal: Melempar jamroh Aqobah tanggal 10 , dilakukan pada tanggal 11.
Cara menjamaknya: Setelah datang waktu melempar tanggal 11 (setelah zhuhur) melempar untuk jamroh ‘Aqobah tanggal 10 terlebih dahulu, kemudian kembali ke Jamroh Shughrô untuk melempar tiga jamroh tanggal 11.
10. Tidak boleh mengedepankan melempar, misalnya: melempar tiga jamroh untuk tanggal 12, dilakukan pada tanggal 11.
11. Tujuan melempar Jamroh adalah untuk mengingat Allôh, bukan melempar syetan seperti yang diyakini sebagian saudara kita. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Abdullôh Roy, MA;
Pengajar Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi Musim Haji 1437 H/2016 M

🌐 CHANNEL HSI BIMBINGAN HAJI di Telegram: http://goo.gl/10mMdV

📱 HP: 0096650763848


BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (7)

hsi-abdullah-royHSI Bimbingan Haji, [12.09.16 14:48]
BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (7)
Mabît (bermalam) di Minâ, malam tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah
1.Diwajibkan bermalam di Minâ dua malam, yaitu malam tanggal 11 &12 bagi yang ingin nafar awwal, dan ditambah malam tanggal 13 bagi yang ingin nafar tsâni.
2. Bermalam tiga malam lebih afdhol daripada dua malam, karena lebih banyak ibadahnya, dan inilah yang dilakukan karena lebih banyak ibadahnya, dan inilah yang dilakukan Rosûlullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam.
3. Bermalam di Minâ maksudnya adalah bermalam disana pada sebagian besar malam, dan dinamakan sebagian besar bila lebih dari separo malam. Dan malam dimulai dengan datangnya waktu Maghrib dan diakhiri dengan datangnya waktu shubuh.
4. Waktu Maghrib hari ini jam 18.27 (jam enam lebih dua puluh tujuh menit), dan waktu Shubuh jam 04.51 (jam empat lebih lima puluh satu menit). Satu malam sekarang SEPULUH JAM DUA PULUH EMPAT MENIT. Separo malam sekarang berarti LIMA JAM DUA BELAS MENIT. Barangsiapa yang berada di Mina di malam hari, lebih dari lima jam dua belas menit, baik di awal malam atau di tengah atau di akhir maka dia sudah dianggap bermalam.
5. Batas Minâ, dari wadi Muhassir sampai Jamroh ‘Aqobah. Bila sudah berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak mendapatkan tempat yang layak di Minâ maka bisa bermalam di sekitarnya, seperti di Muzdalifah dan ‘Azîziyah, dll
6. Orang yang tidak bermalam di Minâ sama sekali dan tidak memiliki ‘udzur maka diharuskan membayar dam, yaitu menyembelih seekor kambing disembelih di tanah harom, dan dibagikan untuk fakir miskin disana. Kalau bermalam di Minâ di sebagian malam dan tidak bermalam di Minâ pada malam yang lain maka dari setiap malam yang ditinggalkan wajib bershodaqoh dengan satu mudd (kurang lebih 0,75 kg atau tiga per empat kilogram beras).
7. Sholât lima waktu selama di Mina dikerjakan masing-masing pada waktunya dan diqoshor bila sholatnya 4 roka’at. Dan mengqoshor ini hanya berlaku bagi orang yang berhaji. Adapun penduduk Mekkah yang tidak berhaji dan dia di Mina sebagai pekerja dan bukan jama’ah haji maka tetap menyempurnakan sholât.
8. Hari-hari di Minâ adalah hari-hari makan, minum dan dzikrullôh.
9. Bagi yang haji tamattu’ dan qirôn dan tidak mampu menyembelih hadyu maka berpuasa 3 hari ketika haji dan 7 hari ketika pulang ke negaranya/daerahnya. Tiga hari puasa ketika haji boleh dilakukan pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Abdullôh Roy, MA;
Pengajar Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi Musim Haji 1437 H/2016 M

🌐 CHANNEL HSI BIMBINGAN HAJI di Telegram: http://goo.gl/10mMdV

📱 HP: 0096650763848